Surabaya, 14 September 2026 — Fortrust Education Services, konsultan pendidikan terkemuka di Indonesia, kembali menyelenggarakan Study in Singapore Education Fair 2026 pada Sabtu (12/9), mempertemukan lebih dari 500 siswa dari Surabaya dan sekitarnya dengan perwakilan lima universitas top Singapura.
Kelima universitas yang hadir adalah Nanyang Technological University (NTU), Singapore Management University (SMU), Singapore University of Technology and Design (SUTD), Singapore Institute of Technology (SIT), dan Singapore University of Social Sciences (SUSS).
Andrew Low, Head of Undergraduate International Program SMU, menjelaskan bahwa kunjungan mereka ke Surabaya merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk membantu siswa dan orang tua memahami dengan lebih jelas seperti apa gambaran kuliah di Singapura sebenarnya. "Ini kesempatan berharga bagi kami untuk berdialog langsung dengan sekolah-sekolah menengah dan membagikan informasi praktis yang bisa membantu siswa mengambil keputusan pendidikan yang lebih matang. Jarak Singapura yang relatif dekat dari Surabaya juga menjadikannya pilihan yang praktis bagi siswa yang mempertimbangkan kuliah di luar negeri," ujar Andrew.
Bagi Fortrust, informasi yang lengkap semacam itu penting karena tantangan terbesar siswa bukan soal minat kuliah di luar negeri, melainkan menemukan kampus yang paling sesuai dengan minat dan rencana karir mereka. Setiap universitas punya keunggulan berbeda, dan nuansa ini sering tidak sampai utuh ke calon mahasiswa.
Kelima universitas yang hadir punya kekuatan berbeda. SMU dikenal dengan lulusannya yang meraih gaji awal tertinggi di Singapura, terutama di bidang bisnis, ekonomi, manajemen, komputasi, ilmu komputer, dan ilmu sosial — didukung gaya belajar interaktif berbasis seminar dan koneksi erat dengan industri. NTU, di sisi lain, dikenal sebagai institusi riset intensif dengan kekuatan di bidang teknik dan sains, tercermin dari kenaikan peringkatnya ke posisi 12 dunia di QS World University Rankings 2026, naik dari posisi 15 tahun sebelumnya — salah satu capaian tertinggi di antara universitas Singapura.
SUTD memadukan desain, teknologi, dan kecerdasan buatan dalam kurikulumnya, dengan lebih dari 90% lulusannya terserap kerja dalam enam bulan setelah ujian akhir. SIT mengambil pendekatan berbeda sebagai universitas pertama di Singapura yang berfokus penuh pada applied learning, menawarkan gelar sendiri maupun program bersama universitas mitra luar negeri, ditopang Integrated Work Study Programme yang memungkinkan mahasiswa magang hingga 12 bulan selama masa studi. Sementara SUSS berfokus pada ilmu sosial dan pembelajaran sepanjang hayat, dengan program fleksibel bagi pelajar muda maupun profesional yang ingin kuliah sambil bekerja.
Selain mempertemukan siswa dengan kelima universitas, Fortrust juga memperkenalkan scholarship readiness assessment di ajang ini, alat bantu yang dirancang untuk membantu siswa mengukur kesiapan mereka sebelum mendaftar ke kampus top dunia, baik lewat jalur beasiswa maupun jalur mandiri.
CEO & Founder Fortrust Education International, Gani Djuandi, menjelaskan bahwa alat ini lahir untuk menjawab kesenjangan yang ia lihat langsung di lapangan. "Kami sering menemukan siswa dengan potensi kuat untuk diterima di universitas top Singapura, tapi kurang memahami strengths dan weaknesses mereka sendiri, baik untuk jalur beasiswa maupun jalur reguler. Scholarship readiness assessment ini dirancang untuk membantu siswa dan orang tua tahu persis apa yang perlu dipersiapkan jauh sebelum mendaftar," ujar Gani.
